Sunday, 10 June 2012

makalah teknologi hasil pertanian


PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Tanaman gadung ini pada umumnya juga belum dibudidayakan secara teratur.Penanaman cukupteratur terdapat di Jawa Barat, Jawa Timur dan Lampung.Pada umumnya tanaman gadung belumdibudidayakan di daerah Sumatera Barat, Jambi, Riau, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah dan Maluku. Tanaman tersebut terdapat tumbuh liar di pinggir-pinggir hutan.Di Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta tanaman gadung ini dibudidayakan namun tidak teratur.Pada umumnya petani tidak melaksanakan penyiangan, pembumbunan, pemupukan dan pemberantasan hama/penyakit.Hanya di daerah Jawa Barat, Jawa Timur dan D.I. Yogyakarta petani melakukan  penyiangan, pembubunan dan pemupukan. 


PERMASALAHAN
1.        Masih kurangnya pengetahuan petani tentang teknik budidaya tanaman gadung
2.        Cara pengolahan gadung menjadi bahan makanan
3.        Masih banyaknya petani khususnya masyarakat yang tidak mengenal tanaman gadung dan manfaatnya bagi manusia.
KEGUNAAN
1.        Sebagai bahan pertimbangan bagi semua pihak yang berkepentingan khususnya para petani gadung
2.        Sebagai bahan pertimbangan untuk penelitian berikutnya
TUJUAN
1.        Perlu adanya sosialisasi mengenai tanaman ini agar petani mengerti tentang bagaimana cara pembudidayaan tanaman ini
2.        Karena umbinya sangat beracun serta  mengandung alcohol yang menimbulkan rasa pusing-pusingn, maka perlu dilakukan pengolahan khusus
3.        Untuk memberikan pengetahuan kepada petani dan masyarakat tentang tanaman gadung dan manfaatnya bagi manusia
HIPOTESIS
Berdasarkan uraian-uraian dalam latar belakang, permasalahan dan tujuan maka hipotesis yang diajukan adalah diduga bahwa dengan budidaya tanaman gadung ini dapat memberikan pengertian kepada petani atau masyarakat tentang tanaman gadung serta bagaimana cara memanfaatkan tanaman ini sehingga dapat menambah pendapatan petani.

PENGAMBILAN ANALISIS DATA
Analisis yang digunakan adalah dengan cara kusioner dimana ditunjukkan untuk memperoleh informasi tentang berbagai teknik pembudidayaan dan pengolahan hasil dari tanaman gadung ini dengan menggunakan persentase ( % ) dari 23 responden.
HASIL PENELITIAN
Pemanfaatan umbi gadung sampai saat ini yang paling banyak dilakukan oleh para petani adalah untuk membuat tepung, flake dan keripik gadung dengan penampilan yang cukup menarik dan apabila dikonsumsi tidak menimbulkan rasa pusing banyak diminati oleh para konsumen sebagai berikut:
1. Tepung Gadung
a. Bahan dan Alat
Bahan yang diperlukan adalah umbi segar dengan peralatan pisau, mortar dan saringan.
b. Cara Pembuatan
Umbi segar dikupas kulitnya kemudian dipotong-potong dengan ukuran kecil, selanjutnya potongan ini dijemur secara alami dibawah sinar matahari selama beberapa hari (sampai benar-benar kering). Potongan ini kemudian dihancurkan dengan menggunakan mortar atau penggilingan besar yang dijalankan oleh mesin dan disaring. Hasil tepung yang baik adalah berwarna putih dan berbentuk serbuk tepung. Potongan kering setelah dijemur dan tepung dapat disimpan selama beberapa bulan.
2. Flake Gadung
a. Bahan dan Alat
Bahan yang dibutuhkan adalah umbi segar yang telah dikupas, sedangkan peralatan yang dibutuhkan adalah panic, kompor, alat pemotong, plastik dan kulkas.
b. Cara Pembuatan
Umbi segar dikupas lalu direbus. Umbi rebusan ini dipotong-potong yang menyerupai flake.Bentuk flake ini dikeringkan dengan roller drying lalu dikemas dalam plastik dan siap disimpan dalam keadaan dingin untuk jangka waktu yang lama.Cara menyajikannya adalah dengan menuangkan air panas kedalam flake tersebut sambil diaduk. Pengadukan ini akanmenyebabkan flake berubah menjadi bubur yang kental seperti pasta dan dimakan sebagai saus atau makanan utama.
4.    Keripik Gadung
a. Bahan dan Alat
Bahan yang diperlukan adalah umbi segar dan bumbu-bumbu, sedangkan peralatannya yaitu pisau, kompor, penggorengan dan plastik
b. Cara Pembuatan
Umbi dikupas kulitnya lalu dicuci sampai bersih dan dipotong-potong tipis.Potongan ini kemudian direndam dalam bumbu sesuai selera. Selanjutnya potongan digoreng menggunakan minyak, sesudah itu dikemas dalam plastik untuk disimpan, dikonsumsi atau dijual .


No comments:

Post a Comment

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...